Penulis : Raymond Chandra (@raymondtjan)
Jakarta, 13 Maret 2018. Babak playoff Indonesia Basketball League (IBL) sudah memasuki babak 4 besar yang terdiri dari BSB Hangtuah dan Satria Muda dari divisi merah, dari divisi putih ada Stapac Jakarta dan Pelita Jaya Jakarta. Bagaimana prediksi menurut kalian Motioners? siapa yang akan masuk ke babak final?

Dari divisi merah, persaingan ketat antara BSB Hangtuah dan Satria Muda akan terjadi untuk memperebutkan posisi ke final. Dari game-game sebelumnya Satria Muda mampu mengalahkan BSB Hangtuah 3-0, namun dengan begitu bukan berarti BSB Hangtuah merupakan lawan yang mudah dikalahkan begitu saja. Di game pertama Hangtuah berhasil memperketat skor dengan Satria Muda dan game kedua pun BSB Hangtuah berhasil memberikan tekanan terhadap tim Satria Muda, ia hampir berhasil mengalahkan Satria Muda di seri 6 Yogyakarta.

Satria Muda yang memiliki pemain-pemain lokal yang cukup menarik dan berpengalaman, seperti Ronaldo Sitepu yang sudah memiliki jam terbang, Avan Saputra yang baru saja mengikuti “Test Event Asian Games 2018” dan bermain dengan baik, serta Hardianus sang point guard yang cukup baik. Tidak lupa juga dengan dua pemain asing Satria Muda yang memiliki rata-rata tinggi yang cukup baik, Dior Lowhorn dan Jammar Johnson. Dior Lowhorn ini merupakan pemain Satria Muda dengan bermain di posisi “Center”, dia merupakan center yang cukup kuat untuk bermain di bawah basket dan susah untuk ditahan saat membongkar bagian dalam. Jammar Johnson merupakan pemain naturalisasi indonesia dan sebelumnya pernah bermain dengan tim CLS Knights yang kini telah keluar dari IBL dan bermain di Asean Basketball League (ABL). Jammar sendiri juga telah memiliki banyak jam terbang dan juga penglaman, ia mampu menembak dan drive dengan baik.

BSB Hangtuah merupakan tim yang biasa saja bisa dibilang. BSB Hangtuah yang berhasil mencetak sejarah baru di IBL dengan memasuki babak 4 besar. BSB Hangtuah juga memiliki pemain lokal yang cukup baik dan tanpa pengalaman. Hangtuah hanya memiliki beberapa pemain yang cukup berpengalaman, Kelly Purwanto “The God Handle” yang mampu memberikan sharing bola dengan baik dan mampu bermain dengan tenang, Ary Sapto yang mampu menembak jarak dua angka dengan sangat akurat. Sisa dari pemain lokal BSB Hangtuah rata-rata sedikit berpengalaman, seperti Abram Wenas, Nenno, Amal yang mampu menyamai kedudukkan dengan para pemain bintang dari Satria Muda. Selain dari pemain lokal, BSB Hangtuah memiliki duet maut pemain asingnya, Nashon George dan Keenan Palmore. Duet asing paling kompak dan memberikan kontribusi sangat baik terhadap tim BSB Hangtuah.

Ya kira-kira itu kehebatan dari tiap masing-masing tim, gimana kalo menurut kalian? siapa yang lebih kuat?

Sumber : Motion sport indonesia, IBL