Penulis: Irfan (@irfangforce)

Jakarta, 17 Juni 2020. IBL 2019-2020 akan bergulir tanggal 4 September, kemungkinan besar tanpa di perkuat pemain asing dan juga tanpa adanya penonton. Pembicaraan manajemen IBL dengan pihak klub telah menemui kesepakatan bahwa jika tidak memungkinkan untuk memakai pemain asing, maka pihak klub telah setuju hanya akan bermain dengan pemain lokal.

Jika IBL dilanjutkan dengan hanya memakai pemain lokal maka ada sisi positif dan negatifnya, sisi positifnya adalah tentu pihak klub tidak perlu mengeluarkan biaya-biaya seperti kebutuhan pemain asing dan lain-lain selain itu juga pemain-pemain yang kurang mendapatkan menit bermain dapat menunjukan kemampuannya khususnya pemain muda.

Sisi negatifnya adalah liga menjadi kurang kompetitif karena dengan adanya pemain asing secara langsung dapat membuat para pemain lokal meningkatkan kemampuan bermainnya selanjutnya adalah peta kekuatan di IBL akan sedikit berubah karena beberapa klub bertumpu dengan pemain asing untuk dapat meraih kemenangan.

Kami memprediksi tim-tim mana yang akan tetap berjaya walaupun tanpa pemain asing, berikut prediksi kami :

1.Pelita Jaya Bakrie

Tim basket asal Jakarta ini adalah salah satu tim yang memiliki pemain-pemain lokal yang cukup baik jika nantinya tidak diperkuat oleh pemain asingnya. Pelita Jaya masih memiliki penembak jitunya yaitu Respati Ragil dengan PPG 8.27, APG 2,55, Ragil memimpin perolehan poin dari pemain lokal Pelita Jaya dengan mencetak 91 poin.

Pelita Jaya memiliki kedalaman skuad yang lengkap dan juga berpengalaman seperti Katon Adjie yang pernah menjuarai ABL dengan CLS Knights, dari posisi Center yaitu Adhi Pratama salah satu bigman terbaik Indonesia, masih banyak pemain-pemain lainnya seperti Govinda Saputra dan Reggie Mononimbar yang bisa membantu Pelita Jaya meraih juara IBL 2019-2020.

Baca juga :ย Peran Katon Adjie Baskoro Di Pelita Jaya

2.Satria Muda Pertamina

Memiliki skuad lokal yang apik dilengkapi perpaduan antara pemain senior dan pemain muda, tim asal Jakarta ituย  siap jika ditinggal oleh Gary Jacobs dan Elijah Foster.

Komposisi pemain muda yang berpotensi seperti Christian Gunawan, Rivaldo Tandra didukung oleh Sandy Ibrahim dengan PPG 8.62, RPG 2.69 dan Avan Seputra dengan tembakan perimeter maupun 3 poin yang baik selain ituย  Fadlan Minallah yang merupakan pemain senior dapat memberikan dampak positif di dalam maupun di pinggir lapangan menjadikan Satria Muda salah satu tim kandidat juara IBL 2019-2020.

3.Prawira Bandung

Walaupun memiliki performa yang kurang baik di awal season, Prawira akan menjadi tim yang menakutkan karena diisi dengan pemain-pemain lokal yang berpengalaman dan kerja sama yang sudah terjalin sangat baik antara pemain lokal. Karena salah satu faktor yang menyebabkan Prawira bertengger di posisi 8 dengan rekor 4 kali kemenangan dan 9 kali kekalahan adalah belum menemukan pemain asing yang cocok dengan pemain lokal dan gaya permainan Prawira.

Dipimpin oleh Diftha Pratama dan Arif Hidayat, skuad lokal dari Prawira akan menuntun tim asal Bandung itu ke jalur juara IBL 2019-2020. Dengan PPG 9.0, APG 3.23 menjadikan Arif Hidayat sebagai pemain lokal dengan rata-rata tertinggi di Prawira dengan total 117 Points. Dibantu dengan pemain-pemain senior seperti Raymond Shariputra dan juga Surliyadin akan membuat skuad lokal Prawira salah satu kontestan juara IBL 2019-2020.

4.Amartha Hangtuah

Sama halnya dengan Prawira Bandung, Hangtuah juga kesulitan untuk meraih kemenangan karena kerja sama antara pemain lokal dan pemain asing tidak berjalan dengan baik. Hangtuah juga mengganti Harry Prayogo dengan Rastafari Horongbala di kursi kepelatihan dengan harapan mengembalikan performa Hangtuah ke jalur juara.

Amartha Hangtuah akan dipimpin oleh Rookie of The Year tahun 2017-2018 yaitu Abraham Wenas dengan PPG 8.0, pemain muda contohnya Sevly Rondonuwu dengan kecepatan juga kerja kerasnya dan juga pemain-pemain senior seperti Gunawan yang merupakan penembak jitu, Kelly Purwanto salah satu point Guard terbaik di Indonesia. Tetapi di posisi bigman ataupun center Amartha akan kekurangan pemain yang berpengalaman dan juga tidak ada pemain lokal yang berposisi sebagai Center asli.

Gimana nih menurut kalian Team M, apakah setuju dengan prediksi Motion Sport Indonesia atau ada tim lain yang layak menjadi 4 besar versi kalian ?. Yuk sharing kita sharing bareng Team M, komen di bawah ya !.

Sumber: Motion Sport Indonesia

Foto: Google Foto, IBL Indonesia