Penulis: Irfan (@irfangforce)

Jakarta, 22 Juni 2020. Wasit adalah komponen penting dalam suatu pertandingan basket yang sering kali peran nya di lupakan. Jika Berhasil Tidak Dipuji, Jika Gagal Dicaci Maki, Jika Hilang Tidak Dicari itulah istilah yang tepat untuk seorang wasit.

Menjadi seorang pengadil dalam suatu pertandingan memang sangat sulit seperti harus memiliki mental yang kuat karena banyaknya protes dari pemain itu sendiri ataupun kesalahan-kesalahan dalam mengambil keputusan, seolah kita mengabaikan kalau wasit sebetulnya juga manusia.

Saat seluruh pertandingan olahraga di berhentikan, profesi wasit juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19 ini. Kami telah berbincang dengan Rivan Ardyan atau kerap di panggil dengan Bang Ade yang merupakan salah satu wasit berpengalaman tentang pemasukan selama pandemi Covid-19 ini sampai suka duka nya menjadi wasit.

Halo Bang Ade apa kabar ?

Puji Tuhan kabar baik, semoga kita semua selalu di berikan kesehatan.

Bang ade, cerita sedikit dong gimana awal mulanya bisa menjadi wasit ?

Awal mulanya waktu itu gagal jadi pemain basket dan Alm. Om Bob menyuruh saya ikut penataran wasit dan kenapa saya mau karena waktu itu gratis hahaha.

Apasih bang suka dukanya jadi wasit ? 

Awal terjun jadi wasit itu sangat sulit karena pengalaman dan mental belum terasah. Yang paling saya ingat waktu lagi mimpin pertandingan semifinal divisi 2, pipi saya di toel dan saya cuma diem aja yang seharusnya saya berikan techincal foul ataupun foul yang lain. Sukanya sih banyak ketemu teman-teman baru di basket dan kalau saya waktu jadi wasit nasional tugas keluar kota semuanya di tanggung trus pulang dapat honor juga hehehe.

Bagaimana menurut Bang Ade dunia perbasketan di Indonesia sekarang-sekarang ini ?

Wah kalau saya lihat sih lagi berkembang banget sebenernya tapi sayangnya saat ini terhenti karena dampak Covid-19.

Saat pandemi seperti ini bagaimana pemasukan dari wasit ?

Buat kita yang benar-benar dapat pemasukan dari wasit pastinya untuk sekarang ini tidak ada pemasukan sama sekali makanya harus pintar-pintar juga untuk mencari sampingan kalau sedang pandemi ini.

Berapa sih bang pendapatan dari wasit Indonesia ? Range nya mungkin boleh hehe.

Untuk setiap daerah mungkin beda-beda pendapatannya (honor lokal) mungkin saya bisa bahas pendapatan yang di JKT. Kalau wasit DKI mendapatkan honor sesuai dengan event/cup yang berlangsung rangenya dari 75-150 yang saya ingat yah hahaha maklum uda lama ga wasitin.

Apasih cita-cita bang Ade sebagai wasit ?

Cita-cita dari seorang wasit ya jelas menjadi wasit FIBA tapi sayang waktu itu saya pribadi kurang terlalu serius di dunia perwasitan dan sekarang sudah lewat usia nya untuk jadi FIBA 5×5, mudah-mudahan bisa di FIBA 3X3 minta doanya yah haahaha.

Ada ga bang pengalaman yang paling di ingat selama memimpin pertandingan ?

Semifinal divisi 1 putri waktu itu harus memutuskan bola masuk dan salah satu tim kalah 1 poin, tegang banget karena ada protes yang luar biasa dari pihak tim maupun penonton tapi untung bisa selesai dan keputusan saya bisa di terima saat itu.

Apa harapan bang Ade untuk dunia perwasitan di Indonesia dan kedepannya ?

Semoga ke depannya banyak wasit-wasit Indonesia yang bisa go Internasional seperti senior-senior wasit Indonesia saat ini.

Ceritain dong pengalaman dari Team M yang pernah merasa di rugikan ataupun di untungkan dari keputusan wasit di daerah kalian masing-masing. Yuk Komen di bawah Team M !

Sumber: Motion Sport Indoneisa

Foto; Motion Sport Indonesia